Pemerintah Desa Leuwigede Kecamatan Widasari menggelar Musyawarah Desa (Musdes) MUI Desa pada Minggu, 24 Agustus 2025 bertempat di kediaman Kuwu Leuwigede, Ibu Evi Fatmawati. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan acara jamiyah rutin yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, Tokoh Agama, perangkat desa, ibu-ibu majelis taklim, serta perwakilan RT/RW dan lembaga desa.
Bukan hanya membahas tentang keagamaan saja, musdes kali ini membahas juga arah pembangunan yang terfokus pada program desa kedepan, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur jalan lingkungan, penguatan ekonomi warga melalui program UMKM, serta pengembangan digitalisasi layanan publik yang sudah dijalankan selama ini oleh pemerintah desa leuwigede. Dalam sambutannya, Kuwu Evi Fatmawati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan semua elemen masyarakat, lembaga dan ulama dalam menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.
"Musdes MUI kali ini bukan sekadar formalitas, tapi ruang bersama untuk menyuarakan harapan dan menyusun langkah nyata. Kita ingin pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan warga, baik dari segi spiritual keagamaan dan pembangunan" ujar Evi.
Kyai M. Abdul Jamal, S.HI., MAP terpilih sebagai ketua MUI Desa Leuwigede masa Khidmat 2025-2030. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Terpilih menyampaikan harapan dan komitmennya untuk membawa semangat baru dalam kepemimpinan desa. Ia menekankan pentingnya integritas, transparansi, dan keberpihakan terhadap para ulama, imam musholla, guru ngaji, guru madrasah dan masyarakat kecil yang selama ini masih kurang perhatian dari pemerintah desa.
"Saya berdiri di sini bukan sebagai pemimpin yang sempurna, tapi sebagai pelayan masyarakat yang siap mendengar, belajar, dan bekerja bersama. Musdes MUI ini adalah awal dari perjalanan kita untuk membangun Leuwigede yang lebih maju, religius, dan berdaya saing. Mari kita jaga nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas keagamaan yang menjadi akar kekuatan desa kita."
ujarnya.
Acara jamiyah rutin yang digelar bersamaan menambah nuansa spiritual dan kekeluargaan dalam Musdes. Doa bersama, tausiyah, dan pembacaan Aurad Ratib Arrifa'i menjadi pengantar yang menyejukkan sebelum sesi musyawarah dimulai.
Musdes ditutup dengan penandatanganan berita acara dan komitmen bersama untuk membangun dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan di desa Leuwigede.
Posting Komentar