Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4

MUSDES MUI UJUNGPENDOK JAYA: SINERGI ULAMA DAN PEMERINTAH DESA


Balai Desa Ujungpendok Jaya menjadi tempat berlangsungnya Musyawarah Desa (Musdes) Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat desa Kamis 28 Agustus 2025. Acara terseut digelar dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan antara Pemerintah Desa, Tokoh Agama, tokoh masyarakat dan seua elemen kepemudaan. Musdes ini merupakan agenda penting dalam pembentukan kepengurusan MUI Desa untuk masa khidmat 2025–2030, sekaligus menjadi forum silaturahmi dan konsolidasi antar tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah desa.

Acara Musdes tersebut diawali dengan pemilihan tim formatur untuk menunjuk bakal calon ketua MUI masa khidmat 2025-2030 sesuai dengan tata tertib musyawarah, yang kemudian di lanjutkan penyampaian hasil musyawarah oleh ketua tim formatur.

Setelah melalui proses musyawarah mufakat dan terbuka, tim formatur beserta semua undangan yang hadir bersepakat menunjuk Ust. Rochimana, S.Sos sebagai Ketua MUI Desa Ujungpendok Jaya menggantikan KH. Urip Bayanillah Imam M.Pd.

Menurutnya kang Rochimana dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan dakwah, pendidikan Islam, dan pembinaan masyarakat, dan dari latar belakang sosial dan keagamaan yang kuat, kang Rochimana diharapkan mampu membawa MUI Desa menjadi lembaga yang lebih responsif, inklusif, moderen dan berdaya guna, ujar kyai urip.

Dalam sambutannya, ketua terpilih menyampaikan komitmen untuk bersinergi dengan pemerintah desa dan menjadikan MUI Desa sebagai mitra strategis dalam pembangunan spiritual dan sosial masyarakat:

“MUI Desa harus hadir sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, penguat ukhuwah, dan pelayan umat dalam menghadapi tantangan zaman. Kita akan bergerak bersama, membangun dari akar rumput, memberikan edukasi pembelajaran kepada generasi muda dan mencari bibit unggul untuk mengembangkan dakwah keislaman di masyarakat” ujar yang akrap di panggil Abi itu.

Dalam acara Musdes MUI ini turut dihadiri oleh Kuwu Desa Ujungpendok Jaya, perangkat desa, tokoh agama, tokoh pemuda, dan perwakilan dari lembaga pendidikan serta organisasi keagamaan.

Kehadiran Kuwu Hj. Waelinah menjadi simbol dukungan penuh dari pemerintah desa terhadap peran MUI sebagai lembaga keagamaan yang strategis.

Dalam sambutannya, Kuwu menyampaikan harapan agar MUI Desa dapat bersinergi dengan pemerintah desa dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat nilai-nilai keagamaan

“Kami mendukung penuh kiprah MUI Desa sebagai mitra pembangunan. Semoga kepengurusan baru dapat membawa semangat baru dalam membina umat dan menjaga kerukunan,” ujar Kuwu.

Musdes MUI Desa Ujungpendok Jaya membahas beberapa agenda penting, antara lain penyusunan program kerja keagamaan 2025–2030, pembinaan remaja masjid dan strategi sinergi antara MUI dan lembaga pendidikan seperti madrasah, TPQ, dan majelis taklim serta peneguhan peran MUI dalam merespons isu-isu sosial dan keagamaan di tingkat desa.

Musdes ini menjadi titik awal bagi kepemimpinan baru MUI Desa yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisi dan spiritualitas lokal. Dengan semangat kebersamaan, MUI Desa akan menjadi garda terdepan dalam menjaga akidah, memperkuat pendidikan agama, dan menjadi penyejuk dalam dinamika sosial kemasyarakatan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandai awal baru bagi MUI Desa Ujungpendok Jaya yang lebih progresif, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebudayaan lokal.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama